Sabtu, 04 Mei 2013

elemen mesin 1

TUGAS ELEMEN MESIN I
PERENCANAAN V-BELT PADA GENSET HONDA EP 2500CX



Oleh:
Saiful Amin 103010203


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
2012




BAB I 4
PENDAHULUAN 4
1.1 Latar Belakang 4
1.2 Tujuan 4
1.3 Batasan masalah 4
BAB II 5
DASAR TEORI 5
2.1 pengertian v belt 5
2.2 fungsi v belt 6
2.3 rumus rumus yang di gunakan dalam perhitungan 7
BAB III 8
PERHITUNGAN 8
3.1 perhitungan perencanaan v-belt pada genset 8
3.2 PERENCANAAN 8
BAB IV 11
Penutup 11
4.1 Kesimpulan 11
4.2 saran 12
daftar pustaka 13









KATA PENGANTAR

Asalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia, atas terselesaikannya Tugas Elemen Mesin ini walaupun masih jauh dari tahap kesempurnaan.
Dalam Tugas Elemen Mesin ini, penulis mencoba merencanakan suatu belt untuk sebuah genset dengan daya motor dan putaran tertentu. Dalam merencanakan sebuah van belt pada sebuah genset ini, penulis mengambil literatur dari berbagai buku-buku mesin dan masukan dari teman-teman serta dosen.
Penulis hendak mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Darmanto,ST.,M Eng. selaku pembimbing tugas dalam perencanaan ini, yang telah banyak membimbing dalam penyusunan Tugas Elemen Mesin ini. Serta kepada rekan-rekan mahasiswa jurusan Teknik Mesin Unwahas.
Akhir kata penulis mengharapkan adanya sumbang saran yang dapat beramanfaat bagi penulis untuk memperbaiki isi perencanaan ini.
Wasalamu’alaikum Wr. Wb

Semarang, 20 juni 2011

(Saiful Amin)




BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sabuk adalah loop dari bahan yang fleksibel digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih berputar poros mekanis. Sabuk dapat digunakan sebagai sumber gerak, untuk mengirimkan daya secara efisien, atau untuk melacak gerakan relatif. Sabuk yang dilingkarkan atas katrol . Dalam sistem katrol dua, sabuk dapat mendorong katrol dalam arah yang sama, atau sabuk dapat menyeberang, sehingga arah poros adalah sebaliknya. Sebagai sumber gerak, sebuah ban berjalan adalah salah satu aplikasi di mana sabuk disesuaikan untuk terus membawa beban antara dua titik.
Sabuk atau yang dikenal akrab dengan sebutan belt adalah suatu komponen yang termasuk vital dimana dari belt ini nanti akan meneruskan sebuah gaya yang diterima dari pulley untuk nanti diteruskan kepada gaya gerak mekanik.dimana apabila sebuah sabuk atau belt mempunyai kwalitas yang jelek dan tidak sesuai standart maka umur kerjanyapun akan pendek sekali.
Dalam kehidupan sehari-hari alat alat permesinan merupakan alat yang penting untuk menunjang peralatan peralatan yang berbesic keteknikan. Dalam hal ini perencanaan v-belt haruslah tepat demi mendapatkan kerja v-belt yang efiktif ,maksimal serta ekonomis, v belt sangat di butuhkan untuk mendukung kerja suatu alat permesinan oleh karna itu ide Ide pengembangan atau inovasi penggunaan nya harus ada, setidaknya kalaupun itu sulit seorang enginer harus dapat merancang atau membuat v belt dapat bekerja dengan efektif dan maksimal,

1.2 Tujuan
Karena suatu perencanaan elemen mesin haruslah benar-benar akurat atau teliti, maka dalam perencanaan v- belt pada genset ini terdapat beberapa tujuan yang hendak dicapai agar memiliki efisiensi yang tinggi, antara lain :
Memiliki efisiensi kerja yang tinggi.
Mendapatkan van belt yang kuat tetapi ekonomis.

1.3 Batasan masalah

Dalam perencanaan Van belt pada motor listrik (genset), ada pun bagian-bagian pada genset yang sangat penting dan berpengaruh pada perencanaan v belt ini seperti:
Daya genset
Motor pully
Van belt



















BAB II
DASAR TEORI
2.1 pengertian v belt

v belt adalah Sabuk atau belt terbuat dari karet dan mempunyai penampung trapezium. Tenunan, teteron dan semacamnya digunakan sebagai inti sabuk untuk membawa tarikan yang besar. Sabuk V dibelitkan pada alur puli yang berbentuk V pula. Bagian sabuk yang membelit akan mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar. Gaya gesekan juga akan bertambah karena pengaruh bentuk yang akan menghasilkan transmisi daya yang besar pada tegangan yang relative rendah. Hal ini merupakan salah satu keunggulan dari sabuk-V jika dibandingkan dengan sabuk rata.

Sebagian besar transmisi sabuk menggunakan sabuk – V karena mudah penanganan nya dan harganyapun murah. Kecepatan sabuk direncanakan untuk 10 sampai 20 (m/s) pada umumnya, dan maksimal sampai 25 (m/s). Dalam gambar 2.5 diberikan sebagai proporsi penampang sabuk – V yang umum dipakai. Daya maksimum yang dapat ditransmisikan kurang lebih 500 (kW).dasar dasar pemilihan sabuk V dan PULYY




Puli V-belt merupakan salah satu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya seperti halnya sproket rantai dan roda gigi. Bentuk puli adalah bulat dengan ketebalan tertentu, di tengah-tengah puli terdapat lubang poros (gambar). Puli pada umumnya dibuat dari besi cor kelabu FC 20 atau FC 30, dan adapula yang terbuat dari baja.





Pemilihan puli belt sebagai elemen transmisi didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
Dibandingkan roda gigi atau rantai, penggunaan sabuk lebih halus, tidak bersuara, sehingga akan mengurangi kebisingan.
Kecepatan putar pada transmisi sabuk lebih tinggi jika dibandingkan dengan belt.
karena sifat penggunaan belt yang dapat selip, maka jika terjadi kemacetan atau gangguan pada salah satu elemen tidak akan menyebabkan kerusakan pada elemen lain.

2.2 fungsi v belt

Jarak yang jauh antara dua buah poros sering tidak memungkkinkan transmisi langsung dengan roda gigi. Dalam hal demikian, cara transmisi putaran atau daya yang lain dapat di terapkan menggunakan sebuah sabuk (v belt) yang di hubungkan pada poros.

rumus rumus yang di gunakan dalam perhitungan

R_2/R_1 =N_1/N_2
T = (4500.P)/(2.π.N)

L = 2C +  (R1+R2) + (R_2-R_1 )^2/C T = (T1 – T2) Rm

V = (π.D_1.N_1)/60 2,3 Log (T_1/T_2 ) = .

sin  = (R_2-R_1)/C T1 = A . ft

 = 180 – 2 
P = (T1 – T2) V














BAB III
PERHITUNGAN

3.1 perhitungan perencanaan v-belt pada genset




3.2 PERENCANAAN
Data perencanaan dari genset HONDA EP 2500CX
Power : 1 HP (750 Watt)
N : 780 Rpm
Diameter pully genset (d2) : 30 cm = 300 mm
Diameter pully motor (d1) : 13 cm 130 mm
Jarak poros antar pullyn (C) : 40 cm = 400 mm
Jari jari pully genset (r_2) : 0,150 m
Jari jari pully motor (r_1) : 0,065 m







Jawab

R_2/R_1 =N_1/N_2
0,15/0,065=780/N_2
N2 = (0,065-780)/0,15
= 338 Rpm
L = 2C +  (R1+R2) + (R_2-R_1 )^2/C
= 2 . (0,4) +  (0,065 + 0,15) + ((0,15-0,065))/0,4
= 1,4931 m

V = (π.D_1.N_1)/60 = (π .0,13 .780)/60 = 5,3066 m/s

sin  = (R_2-R_1)/C = (0,15-0,065)/0,4 = 0,2125  = 12,27
 = 180 – 2 
= 180 – 2 (12,27)
= 155,46 x π/180
= 2,71 Rad

Torsi = (4500.P)/(2.π.N)
= (4500 .1)/(2.π.780)
= 0,919 Kgm

T = (T1 – T2) Rm
0,919/0,065 = T1 – T2
T1 = 14,14 + T2 …….. (i)
T1 = 14,14 + 1,06
= 15,2 2kg


2,3 Log (T_1/T_2 ) = f .  casec 17,5
Log (T_1/T_2 ) = (0,3)(2,71)(3,32)/2,3
Log (T_1/T_2 ) = 14,92 …………. (ii)


14,14 + T2 = 14,92 T2
14,14 = 14,92 T2 – T2
14,14 = 13,29 T2
T2 = 14,14/13,29 = 1,06 kg


T1 = A . ft
15,2 = (0,13) (0,08) ft
ft = 15,2/((0,13).(0,08) )
ft = 1461 kg/m

P = (T_1-T_2 )V/75
= (15,2-1,06)5,3/75 = 1 HP

Jumlah belt (P.Motor)/(P.Sabuk) = 1/1 = 1 belt





BAB IV
Penutup

4.1 Kesimpulan
Perencanaan v belt pada motor listrik sangatlah penting karena dari sini kita bisa menentukan v belt yang baik dan sesuai yang akan digunakan, lewat perhitungan perhitungan yang dilakukan karena suatu perencanaan v belt haruslah akurat demi mendapatkan kerja yang maksimal. Transmisi daya dicapai dengan sabuk yang dirancang khusus dan puli. di mana, T 1 dan T 2 adalah ketegangan di sisi ketat dan sisi kendur sabuk masing-masing. Mereka terkait sebagai:


4.2 saran
untuk perancangan v belt pada genset disarankan supaya menggunakan sabuk dengan kualitas yang baik dan sesuai standart supaya kinerja yang dihasilkan lebih maksimal dan umurnya pun lebih lama.











daftar pustaka


Elemen Mesin,Khurmi
http://www.scribd.com/doc/87449696/25/Rasio-Tarikan-untuk-V-belt
http://ml.scribd.com/doc/47728947/ELEMEN-MESIN-SABUK
J.W. Stevens, Energy Convers. Manage. 42/6 (2001) 709.
G. Min, D.M. Roe, Handbook of thermoelectrics, Peltier devices as generator, CRC Press LLC, Florida, 1994, p.479.